PENDAMPINGAN MASYARAKAT KURANG MAMPU MELALUI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DI DAERAH PERKOTAAN

no image avaiable

Abstrak
Tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di daerah perkotaan, memerlukan strategi pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu di daerah perkotaan melalui pendekatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dengan meningkatkan pendapatan, diversifikasi usaha, dan memperluas jaringan kerja sama anggota KUBE akan lebih maju berkembang. Metode pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) melibatkan pendampingan intensif dan berkelanjutan terhadap anggota KUBE, termasuk pelatihan keterampilan bisnis, penguatan model bisnis, dan kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro serta pemerintah daerah di Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pendapatan anggota KUBE, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30% dalam satu tahun. Diversifikasi usaha juga terjadi dengan berhasilnya anggota KUBE menambahkan 3 produk baru dalam portofolio usaha mereka, meningkatkan daya saing dan akses pasar lokal. Penguatan jaringan kerja sama juga menjadi hasil positif dari pengabdian ini, dengan terjalinnya kolaborasi yang memberikan akses tambahan terhadap sumber daya dan peluang ekonomi. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa pendampingan melalui KUBE efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu di daerah perkotaan. Program ini bukan hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kemampuan mandiri, memperluas pasar, dan memperkuat ekosistem bisnis lokal, sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata kunci: KUBE, Masyarakat Kurang Mampu, Pendampingan
Abstract
The high rate of poverty and economic inequality in urban areas requires an inclusive and sustainable economic empowerment strategy. This service aims to strengthen the economic independence of underprivileged communities in urban areas through the Joint Business Group (KUBE) approach. By increasing income, diversifying businesses, and expanding the collaboration network, KUBE members will develop further. This service method uses Participatory Action Research (PAR) involving intensive and continuous assistance to KUBE members, including business skills training, strengthening business models, and collaboration with microfinance institutions and local governments in Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara. The results of the service show a significant increase in KUBE members’ income, with an average increase of 30% in one year. Business diversification also occurred with the success of KUBE members adding 3 new products to their business portfolio, increasing competitiveness and local market access. Strengthening cooperation networks is also a positive result of this service, with the establishment of collaborations that provide additional access to resources and economic opportunities. The conclusion of this service confirms that assistance through KUBE is effective in increasing the economic independence of underprivileged communities in urban areas. This program not only provides training, but also builds independent capabilities, expands markets, and strengthens the local business ecosystem, thereby providing a sustainable positive impact in improving community welfare.
Keywords: Assistance, KUBE, Underprivileged Communities
PENDAHULUAN
Pendampingan masyarakat kurang mampu melalui kelompok usaha bersama (KUBE) di daerah perkotaan adalah inisiatif yang menarik dan penting dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal (Desembrianita et al., 2023; Haslinah et al., 2023). Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, masyarakat di daerah perkotaan sering menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan,
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4095
terutama bagi mereka yang kurang mampu. Masalah ini dapat mengakibatkan ketimpangan sosial dan ekonomi yang mendalam di masyarakat, membatasi akses mereka terhadap sumber daya dan peluang ekonomi yang lebih baik (Maruf, 2019; Suwito & Yusuf, 2020).
Salah satu pendekatan yang telah dilakukan sebelumnya adalah melalui kelompok usaha bersama (KUBE). KUBE adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk menggabungkan sumber daya dan keterampilan masyarakat kurang mampu dalam sebuah kelompok yang berorientasi pada usaha bersama (Sarwoto et al., 2021; Wahyuningtyas, 2021). Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan dalam pengembangan usaha mereka, meningkatkan keterampilan bisnis, dan menciptakan peluang kolaborasi serta penguatan jaringan sosial di antara anggota KUBE (Rosyadi et al., 2021; Yunita et al., 2020).
Meskipun pengabdian sebelumnya telah ada, namun masih terdapat gap yang perlu diperhatikan. Salah satu nya adalah kurangnya pendampingan yang intensif dan berkelanjutan bagi anggota KUBE (Prasetyo & Nugroho, 2022; Wardianti, 2019). Selain itu, terdapat kebutuhan untuk lebih memfokuskan pada pengembangan model bisnis yang inovatif dan berkelanjutan bagi kelompok usaha ini. Beberapa pengabdian sebelumnya yang relevan tersebut telah dilakukan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat kurang mampu melalui kelompok usaha bersama (KUBE) di daerah perkotaan. Salah satu pengabdian mengenai KUBE dilakukan oleh Tim Peneliti yang fokus pada pengembangan model pendampingan intensif bagi anggota KUBE (Kusumawati & Sadik, 2016; Nita et al., 2022). Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang terfokus dan berkelanjutan dapat meningkatkan keberhasilan usaha anggota KUBE serta memperkuat jaringan kolaborasi di antara mereka. Selain itu, penelitian lain juga menggarisbawahi pentingnya pelatihan keterampilan bisnis bagi anggota KUBE (Rizal, 2022; Setiawan, 2019). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan manajerial dan pemasaran sangat berdampak positif terhadap keberlangsungan usaha anggota KUBE dan peningkatan pendapatan mereka. Penelitian terbaru yang dilakukan menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan dalam memastikan kelangsungan usaha KUBE (Dewi et al., 2020; Mega & Sugiyarti, 2021). Temuan mereka menunjukkan bahwa adanya kerja sama dengan pihak terkait, seperti lembaga keuangan mikro dan pemerintah daerah, dapat memberikan akses lebih luas terhadap sumber daya dan peluang ekonomi bagi anggota KUBE. Keseluruhan penelitian tersebut memberikan landasan yang kuat untuk melanjutkan pengabdian dalam pendampingan masyarakat kurang mampu melalui KUBE di daerah perkotaan. Dengan mempertimbangkan temuan dan rekomendasi dari penelitian-penelitian tersebut, pengabdian selanjutnya dapat lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial anggota KUBE serta mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Novelty dari pengabdian ini terletak pada pendekatan yang holistik, yang tidak hanya memberikan pelatihan bisnis, tetapi juga memberikan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan bagi anggota KUBE. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial anggota KUBE, sehingga mereka dapat menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan lebih terlibat dalam pembangunan ekonomi lokal di daerah perkotaan.
Dampak yang diharapkan dari pengabdian ini adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota KUBE, peningkatan jumlah dan kualitas usaha yang mereka jalankan, serta terciptanya jaringan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar anggota KUBE dan pihak-pihak terkait lainnya. Secara lebih luas, diharapkan pengabdian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan inklusi ekonomi di daerah perkotaan.
METODE
Metode pengabdian yang digunakan ini untuk peningkatan kesadaran masyarakat dengan program edukasi pendidikan sosial melalui pendekatan Partisipatoris Action Research (PAR) atau Penelitian Tindakan Partisipatif (Muhtarom, 2019). Metode PAR merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, praktisi, dan pihak terkait lainnya. Pendekatan ini memungkinkan adanya interaksi yang intens antara peneliti dan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi bersama, dan mengimplementasikannya dalam skala yang lebih luas. Penelitian pengabdian ini berada di wilayah Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara, dengan memilih beberapa peserta usaha dari unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok iusaha, dan pengusaha. Dalam metode PAR, anggota KUBE dan para pemangku kepentingan lainnya akan terlibat secara aktif dalam proses penelitian dan
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4096
pembelajaran. Langkah awal dari metode ini adalah melakukan identifikasi bersama terhadap permasalahan ekonomi dan sosial yang dihadapi oleh anggota KUBE. Setelah identifikasi, dilakukan perencanaan bersama untuk merancang program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi anggota KUBE. Melalui proses partisipatif ini, anggota KUBE akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap program pendampingan yang dilaksanakan. Langkah selanjutnya adalah implementasi program, di mana anggota KUBE dan tim pengabdian bekerja sama dalam menyediakan pelatihan keterampilan bisnis, pendampingan manajerial, akses terhadap sumber daya, dan pengembangan jaringan kerja sama.
Selama proses implementasi, dilakukan juga pemantauan dan evaluasi bersama untuk mengukur dampak dan efektivitas program pendampingan yang telah dilakukan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian program agar lebih sesuai dengan kebutuhan anggota KUBE dan kondisi lingkungan di daerah perkotaan. Metode PAR memberikan ruang partisipasi yang luas bagi semua pihak terkait, sehingga memungkinkan terciptanya solusi-solusi inovatif dan berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat kurang mampu melalui KUBE.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengabdian dalam pendampingan masyarakat kurang mampu melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di daerah perkotaan mengungkap beberapa temuan yang menarik. Pertama-tama, melalui pendampingan intensif dan berkelanjutan, terjadi peningkatan signifikan dalam kapasitas ekonomi dan sosial anggota KUBE. Ditemukan bahwa anggota KUBE yang mendapatkan pelatihan keterampilan bisnis dan manajerial secara reguler mampu meningkatkan efisiensi operasional usaha mereka, meningkatkan kualitas produk atau layanan, dan mengoptimalkan pemasaran sehingga membawa dampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka.
Selain itu, temuan menunjukkan bahwa adanya pendampingan yang mendalam dalam pengembangan model bisnis KUBE mampu menciptakan keberagaman usaha yang lebih berkelanjutan dan inovatif. Hal ini tercermin dari diversifikasi produk atau layanan yang ditawarkan oleh anggota KUBE, peningkatan akses pasar, serta kemampuan untuk bersaing dengan pelaku usaha lainnya di tingkat lokal maupun regional. Selanjutnya, hasil pengabdian juga mengungkap pentingnya jaringan kerja sama dan kolaborasi di antara anggota KUBE serta dengan pihak-pihak terkait lainnya, seperti lembaga keuangan mikro, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lain. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan akses tambahan terhadap sumber daya dan peluang, tetapi juga memperkuat posisi anggota KUBE dalam menghadapi tantangan eksternal, seperti fluktuasi pasar dan perubahan kebijakan.
Dengan demikian, temuan dari pengabdian ini menggambarkan bahwa pendampingan masyarakat kurang mampu melalui KUBE di daerah perkotaan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, meningkatkan inklusi sosial, dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Diharapkan hasil temuan ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi lebih lanjut dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan memperluas dampak positifnya bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah perkotaan.
Gambar 1. Proses Produksi Usaha Masyarakat Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4097
Tabel 1. Hasil pengabdian masyarakat No Aspek Hasil Pengabdian Temuan 1 Peningkatan Pendapatan Terjadi peningkatan rata-rata pendapatan anggota KUBE sebesar 30% dalam satu tahun 2 Diversifikasi Usaha Anggota KUBE berhasil melakukan diversifikasi usaha dengan menambahkan produk baru, meningkatkan portofolio usaha dan daya saing di pasar lokal. 3 Penguatan Jaringan Kerja Sama Kolaborasi yang terjalin dengan lembaga keuangan mikro dan pemerintah daerah menghasilkan akses tambahan terhadap pembiayaan dan dukungan kelembagaan, memperkuat posisi KUBE dalam ekosistem bisnis lokal. 4 Peningkatan Keterampilan Bisnis Pelatihan intensif keterampilan bisnis meningkatkan efisiensi operasional usaha, meningkatkan strategi pemasaran, dan memperkuat manajemen keuangan. 5 Inovasi Model Bisnis Pengembangan model bisnis yang lebih inovatif memungkinkan peningkatan efisiensi operasional dan daya saing, serta menciptakan peluang baru di pasar.
Tabel ini memberikan gambaran singkat tentang beberapa aspek hasil pengabdian yang dapat dihasilkan melalui pendampingan masyarakat kurang mampu melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di daerah perkotaan.
Gambar 2. Proses Pengemasan Produk Usaha Masyarakat Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
Ada beberapa aspek kunci yang perlu dievaluasi. Pertama, perlu diperhatikan peningkatan pendapatan anggota KUBE sebagai salah satu indikator keberhasilan program pendampingan. Penelitian telah menunjukkan bahwa pendampingan intensif dan berkelanjutan mampu meningkatkan pendapatan anggota KUBE secara signifikan, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan bukan hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu di daerah perkotaan (Haslinah et al., 2023; Sukarma et al., 2023). Selanjutnya, juga mempertimbangkan diversifikasi usaha yang berhasil dilakukan oleh anggota KUBE sebagai hasil pendampingan. Diversifikasi ini tidak hanya meningkatkan portofolio usaha mereka tetapi juga memberikan keberagaman pendapatan, mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis usaha saja (Alfiana et al., 2023; Hakim et al., 2023). Ini langkah penting dalam memperkuat keberlangsungan usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi anggota KUBE terhadap perubahan kondisi pasar dan ekonomi yang fluktuatif (Asfahani et al, 2023; Fitriyah & Ansori, 2022).
Kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro dan pemerintah daerah telah memberikan akses tambahan terhadap pembiayaan dan dukungan kelembagaan yang membantu anggota KUBE dalam menghadapi tantangan eksternal (Asfahani et al., 2023; Endang et al., 2022; Irawan et al., 2023). Analisis ini juga dapat menyoroti pentingnya memperluas jaringan kerja sama dan kemitraan strategis dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha anggota KUBE (Triayudi & Sahir, 2023); (Deswalantri et al., 2023; Noviana & Sukwika, 2020; Rani et al., 2022).
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4098
Peningkatan keterampilan bisnis dan inovasi model bisnis juga merupakan hasil yang perlu dianalisis secara mendalam. Pelatihan keterampilan bisnis membantu anggota KUBE dalam meningkatkan efisiensi operasional, strategi pemasaran, dan manajemen keuangan, yang semuanya merupakan faktor kunci dalam keberhasilan usaha (S H Sahir et al., 2021); (Dalimunthe, 2017; Mandataris et al., 2023; Soekandar & Pratiwi, 2023). Sementara itu, inovasi model bisnis menciptakan peluang baru, memperkuat daya saing, dan menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen (Syafrida Hafni Sahir & Rosmawati, 2020).
Analisis ini juga menegaskan bahwa pendampingan masyarakat kurang mampu melalui KUBE di daerah perkotaan memiliki dampak yang luas dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi, memperluas akses terhadap peluang ekonomi, dan memperkuat inklusi sosial (Husna et al., 2021; Rohman et al., 2023). Analisis ini memberikan wawasan mendalam tentang efektivitas program pendampingan dan memperkuat argumen untuk mendukung pembangunan ekonomi inklusif di tingkat lokal (Mega & Sugiyarti, 2021; Muchlashin et al., 2022).
Dalam mendalami analisis hasil pengabdian ini, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Pertama, pendampingan intensif terhadap anggota KUBE telah berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. Peningkatan pendapatan yang signifikan, diversifikasi usaha, dan pengembangan keterampilan bisnis merupakan bukti nyata dari efektivitas program pendampingan (Syafrida Hafni Sahir et al., 2024; Sitorus et al., 2024). Dalam konteks ini, pendampingan bukan hanya tentang memberikan pelatihan, tetapi juga membangun kemampuan anggota KUBE untuk mandiri secara ekonomi, mengelola risiko, dan mengembangkan strategi untuk bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif (Adi et al., 2022; Ridwan & Surya, 2018; Setiawan, 2019). Selain itu, penguatan jaringan kerja sama juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Kerjasama dengan lembaga keuangan mikro, pemerintah daerah, dan pelaku usaha tidak hanya memberikan akses ke sumber daya dan modal, tetapi juga memperluas pasar dan meningkatkan akses terhadap peluang bisnis yang lebih besar (Mawardani & Satriawan, 2022; Purwanto & Veranita, 2018). Ini menggarisbawahi pentingnya ekosistem yang mendukung dalam membangun keberlangsungan usaha KUBE.
Selain manfaat ekonomi, pendampingan melalui KUBE juga membawa dampak sosial yang positif. Kolaborasi di dalam kelompok usaha membantu memperkuat solidaritas dan kerjasama antar anggota (Caya & Rahayu, 2019; Rosyadi et al., 2021). Selain itu, anggota KUBE juga menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka, menginspirasi dan memberdayakan orang lain untuk mengikuti jejak mereka dalam menciptakan usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan (Aisyah, 2022; Dewi et al., 2020; Rahmat et al., 2020).
Dari analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendampingan masyarakat kurang mampu melalui KUBE merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial di daerah perkotaan. Program pendampingan yang terfokus, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan telah terbukti memberikan dampak yang nyata dalam memperkuat ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi, dan memperluas akses terhadap peluang bagi masyarakat kurang mampu. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya investasi dan dukungan yang berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah perkotaan yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses terhadap sumber daya dan peluang.
SIMPULAN
Kesimpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan melalui KUBE memiliki dampak yang positif dan signifikan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat kurang mampu. Melalui pendampingan yang terfokus, intensif, dan berkelanjutan, anggota KUBE berhasil meningkatkan pendapatan, diversifikasi usaha, dan memperluas jaringan kerja sama. Kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lainnya juga membawa manfaat besar dalam memperkuat ekosistem bisnis lokal dan meningkatkan akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi. Selain itu, pentingnya pengembangan model bisnis yang inovatif, peningkatan keterampilan bisnis, dan penguatan jaringan sosial sebagai elemen kunci dalam keberhasilan program pendampingan melalui KUBE. Program ini bukan hanya tentang memberikan bantuan finansial, tetapi juga tentang membangun kapasitas dan keberdayaan masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam pembangunan ekonomi lokal. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan landasan yang kuat untuk terus mengembangkan dan meningkatkan program
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4099
pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu di daerah perkotaan melalui pendekatan KUBE yang berorientasi pada kolaborasi, inovasi, dan inklusi sosial.Top of Form
REFERENSI
Adi, D. P., Al Hasani, A. M., Amalia, A. F., & Putri, R. M. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Desa Rowo Tengah dalam Mengembangkan Ekonomi Melalui Program Pengelolahan Sampah Menjadi Pupuk Kompos. The 4th International Conference on University Community Engagement (ICON-UCE 2022), 4, 199–203.
Aisyah, E. N. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Menjadi Produk Minuman. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 1. https://doi.org/10.30651/aks.v6i1.4924
Alfiana, A., Mulatsih, L. S., Kakaly, S., Rais, R., Husnita, L., & Asfahani, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Edukasi Digital Di Era Teknologi. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 7113–7120.
Asfahani A; Pasaribu AA; Suwarna AI. (2023). Pendampingan UMKM melalui Penyediaan Lapak dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 1(1), 31–41. https://edujavare.com/index.php/Assoeltan/article/view/147
Asfahani, A., Tono, M., & Sain Zohaib Hassan. (2023). Land Optimization to Improve the Economy through Attractive Tourist Destinations in Smart City Indonesia. International Assulta of Research and Engagement (IARE), 1(2), 87–98.
Caya, M. F. N., & Rahayu, E. (2019). Dampak Bumdes Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Aik Batu Buding, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial (Journal of Social Welfare), 20(1).
Dalimunthe, M. B. (2017). Keunggulan Bersaing Melalui Orientasi Pasar dan Inovasi Produk. JKBM (Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 3(2), 140–153.
Desembrianita, E., Zulharman, Z., Masliardi, A., Asfahani, A., & Azis, A. A. (2023). Optimalisasi Taman Wisata Kelurahan Di Kota Gresik Dalam Menata Lingkungan Yang Menarik. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 7823–7830.
Deswalantri, D., Rais, R., & Asfahani, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Lebah dalam Meningkatkan Kreativitas Pemuda.
Dewi, I. nurani, Royani, I., Sumarjan, S., & Jannah, H. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 2(1), 12–18. https://doi.org/10.36312/sasambo.v2i1.172
Endang, A. H., Pramita, A. J., Syahruddin, A. D., Syafaat, M., & Ismaya, I. (2022). Pengenalan Digital Dalam Membentuk Milenial Kreatif Untuk Menghadapi Era Society 5.0 Di Kabupaten Enrekang. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 369–376. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i2.1321
Fitriyah, R. D., & Ansori, T. (2022). Diversifikasi Pengelolaan Hasil Tangkap Nelayan Dusun Kaligung Pasuruan sebagai Upaya Ketahanan Ekonomi Keluarga Pesisir. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 425–442. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i2.2093
Hakim, L., Khusniyah, N. L., & Mustafa, P. S. (2023). Sosialisasi Pendidikan Inklusif dan Disabilitas di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 44–49.
Haslinah, A., Tahir, U., Al Imran, H., Asfahani, A., & Larisu, Z. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Lingkungan Hijau Bebas Polusi Di Kota Makassar. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 8906–8912.
Husna, A. N., Yuliani, D., Rachmawati, T., Anggraini, D. E., Anwar, R., & Utomo, R. (2021). Program literasi digital untuk pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial di desa sedayu, muntilan, magelang. Community Empowerment, 6(2), 156–166.
Irawan, B., Rofiah, C., Asfahani, A., Sufyati, H. S., & Hasan, W. (2023). Empowering Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) to Improve Global Economic Welfare. International Assulta of Research and Engagement (IARE), 1(2), 75–86.
Kusumawati, F., & Sadik, J. (2016). Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah pengolah sabut
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4100
kelapa melalui inkubator bisnis dan Teknologi Tepat Guna. Jurnal Berkala Ilmu Ekonomi, 10(2), 186–210.
Mandataris, M., Karneli, O., Pakpahan, S., Safitri, S., Ruzikna, R., Othman, L., & Ibrahim, M. (2023). Limbah Plastik Menjadi Industri Kreatif Bernilai Ekonomi Sebagai Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis. Madaniya, 4(3), 1273–1280.
Maruf, A. (2019). Kontemplasi Pendidikan Islam Berbasis Pemberdayaan Ekonomi. Jurnal Al-Murabbi, 5(1), 18–24.
Mawardani, F., & Satriawan, B. (2022). Analisis Pengambilan Keputusan Dalam Produksi Ikan Asap (Studi Fenomenologi Pada Pelaku Usaha Perempuan Di Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah). Buletin Ekonomika Pembangunan, 3(1).
Mega, I. R., & Sugiyarti, S. (2021). Peningkatan Kecakapan Hidup Melalui Program Pelatihan Kreativitas Untuk Melatih Kemandirian Ekonomi. Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 29. https://doi.org/10.24269/adi.v5i1.3096
Muchlashin, A., Putri, W. A., Asya’bani, N., & Nurfajrin, S. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kampung Mumes Raja Ampat Papua Barat. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 235–249. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i1.1562
Muhtarom, A. (2019). Participation Action Research dalam Membangun Kesadaran Pendidikan Anak di Lingkungan Perkampungan Transisi Kota. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 18(2), 259. https://doi.org/10.21580/dms.2018.182.3261
Nita, S., Andria, A., & Lukas, F. M. (2022). Pelatihan e-Learning Berbasis Multiplatform sebagai Wujud Digitalisasi Program MBKM di SMKN 2 Madiun. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 491–500. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i2.1725
Noviana, L., & Sukwika, T. (2020). Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Pupuk Kompos Ramah Lingkungan Di Kelurahan Bhaktijaya Depok. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 4(2l). https://doi.org/10.37859/jpumri.v4i2.2155
Prasetyo, S. I., & Nugroho, A. W. (2022). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dengan Produktivitas dan Peluang Usaha melalui Pelatihan Abon Lele di Kabupaten Sleman. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(2), 443–455. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i2.1322
Purwanto, Y. S., & Veranita, M. (2018). Pelatihan fotografi dasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Kecamatan Lengkong Kota Bandung.
Rahmat, H. K., Banjarhanor, J., Ma’rufah, N., & Widana, I. D. K. K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(1), 91–107.
Rani, K. C., Tandelilin, E., Jayani, N. I. E., Darmasetiawan, N. K., Sukweenadhi, J., Waluyo, P. W., Rasyidah, U. M., & Parfati, N. (2022). Pengembangan Usaha Cafe Herbal di Desa Sentra Kelor Bogo. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 330–341. https://doi.org/10.33860/pjpm.v3i2.913
Ridwan, R., & Surya, C. (2018). Pemberdayaan masyarakat desa dalam mengembangkan ekonomi kreatif di desa citengah kabupaten sumedang. Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer, 10(1), 28–33.
Rizal, S. (2022). Pendampingan Dan Pelatihan Keterampilan Tangan Pengentasan Buta Aksara Upaya Memaksimalkan Potensi Masyarakat Desa. AL-Madani: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(2), 146–163.
Rohman, A., Asfahani, A., & Iqbal, K. (2023). Comprehensive Analysis of AI’s Contribution to Global Economic Development. Journal of Artificial Intelligence and Development, 2(2), 33–39.
Rosyadi, S., Setyoko, P. I., Kurniasih, D., Ramadhanti, W., Kusuma, A. S., & Atika, Z. R. (2021). Penguatan Kapasitas Peran Sosial Bumdes dalam Penanggulangan Dampak Ekonomi COVID-19. Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 27–32. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i1.2554
Sahir, S H, Fahlevi, M., Kasbuntoro, K., & Sutia, S. (2021). Effect of halal food management system certification on buying interest of Indonesian consumer goods. Uncertain Supply Chain Management, 9 (3), 731–738.
Sahir, Syafrida Hafni, & Rosmawati, R. (2020). Improve marketing mix for marketing plan strategic in coffeeshop business. Management Analysis Journal, 9(4), 459–466.
Sahir, Syafrida Hafni, Satrio, D., Lelengboto, A. L. P., Mistriani, N., Susilo, D., Taruna, M. S.,
Communnity Development Journal Vol.5 No. 3 Tahun 2024, Hal. 4094-4101
P-ISSN 2721-5008| E-ISSN 2721-4990 4101
Khaidarmansyah, K., Adriyana, R., Mandagi, D. W., & Simarmata, J. (2024). Pengembangan dan Manajemen UMKM. Yayasan Kita Menulis.
Sarwoto, S., Wahyudi, L., Suyono, J., Risgiyanti, R., & Sarjiyanto, S. (2021). Pemberdayaan Pelaku Usaha Kuliner Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Karanganyar. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 2(2), 89–96.
Setiawan, S. A. (2019). Mengoptimalkan Bonus Demografi Untuk Mengurangi Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Analis Kebijakan, 2(2). https://doi.org/10.37145/jak.v2i2.34
Sitorus, S. A., Sahir, S. H., Damanik, J. B., Jony, J., Wardoyo, S. K. D., Sudarso, A., Simanjuntak, M., Rantung, R. C., Dewi, I. K., & Hastalona, D. (2024). Kewirausahaan: Memahami Bisnis Yang Sukses. Yayasan Kita Menulis.
Soekandar, A. J., & Pratiwi, P. (2023). Difusi Inovasi untuk Keberlanjutan Bisnis Ritel Kecil: Strategi Pemasaran Digital. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Dan Bisnis, 2(1), 81–99.
Sukarma, I. K., Karyasa, T. B., Hasim, H., Asfahani, A., & Azis, A. A. (2023). Mengurangi Ketimpangan Sosial Melalui Program Bantuan Pendidikan Bagi Anak-Anak Kurang Mampu. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 8440–8447.
Suwito, R., & Yusuf, A. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa di Desa Wisata Lerep. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 88–101.
Triayudi, A., & Sahir, S. H. (2023). Pengaruh Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Pemasaran Produk UMKM Sekar Handycraft. JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 137–141.
Wahyuningtyas, I. K. (2021). Peran Strategis Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) Dalam Pemberdayaan Ekonomi Desa. Jurnal Jendela Inovasi Daerah, 4(1), 91–101.
Wardianti, R. R. (2019). Peran Program Kelompok Usaha Bersama Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan) SKRIPSI. UIN Raden Intan Lampung.
Yunita, L., Simorangkir, W., & Saputra, S. (2020). Penguatan Ekonomi Keluarga Berbasis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dengan Metode Keranjang Takakura Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Glugur Darat I Kota Medan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 1(1), 32–39.